Bahkan Bidadari Pun Cemburu
07 Jan 2012 Leave a Comment
in Moslem Side Tags: akhwat sejati, allah swt, iltizam
Subhanallah ———————
———————————–
AKHWAT SEJATI…
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan,
tetapi dari kasih sayangnya pada
karib kerabat dan orang disekitarnya.
Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun,
kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya
dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lembut dan mempesona,
tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang
senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka
aib saudaranya. Dia yang memaha
mi dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa
mengawasi segala tindak-tanduknya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya
kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan.
Dia yang senantiasa bersikap
tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun
dirinya berada. Tak ada perb
endaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia
senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang
diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada
sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya.
Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman. Akhwat sejati
bukanlah dilihat dari baga
imana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja
(wajihah dakwah), tetapi dar
i tata caranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun
tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan
api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga.
Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang
berjiwa Rabbani. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya,
tetapi dilihat dari kesungguhanny
a dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah.
Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik,
tetapi dari ketabahannya menghadap
i liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari
tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan
kala ditempat umum maupun kala sendiri. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah
Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya.
Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai
suluhpenerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan. Akhwat sejati bukanlah
dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi
tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan.
Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang. Menjadi akhwat sejati, niscaya akan membuat iri dan
cemburu para bidadari, menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani, menjadi dambaan bagi mereka
para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah, serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….
Menjadi Akhwat sejati, Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah,
Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.




Recent Comments