Bahkan Bidadari Pun Cemburu

Subhanallah ———————

akhwat sejati

———————————–

AKHWAT SEJATI…

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan,

tetapi dari kasih sayangnya pada

karib kerabat dan orang disekitarnya.

Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun,

kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya

dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari

suaranya yang lembut dan mempesona,

tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang

senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka

aib saudaranya. Dia yang memaha

mi dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa

mengawasi segala tindak-tanduknya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya

kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan.

Dia yang senantiasa bersikap

tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun

dirinya berada. Tak ada perb

endaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia

senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang

diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada

sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya.

Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman. Akhwat sejati

bukanlah dilihat dari baga

imana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja

(wajihah dakwah), tetapi dar

i tata caranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun

tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan

api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga.

Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang

berjiwa Rabbani. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya,

tetapi dilihat dari kesungguhanny

a dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah.

Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik,

tetapi dari ketabahannya menghadap

i liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari

tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan

kala ditempat umum maupun kala sendiri. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah

Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya.

Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai

suluhpenerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan. Akhwat sejati bukanlah

dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi

tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan.

Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang. Menjadi akhwat sejati, niscaya akan membuat iri dan

cemburu para bidadari, menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani, menjadi dambaan bagi mereka

para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah, serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….

Menjadi Akhwat sejati, Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah,

Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.